Minggu, 18 April 2010

IntoTheWild


Film ini adalah kisah nyata perjalanan Christopher McCandless. Christ berasal dari keluarga menengah Amerika. Sepertinya keluarga ini baik-baik saja. Christ, 24 tahun, baru saja lulus kuliah, dengan prestasi yang membanggakan, nilainya banyak yang A. Bapak, Ibu dan Adik perempuannya sangat bangga.

Sebagai hadiah, bapaknya berencana membelikan mobil baru untuknya. Tetapi ditolak oleh Christ. Christ justru memutuskan hal yang susah dimengerti orang normal. Dia sumbangkan tabungannya $24,000 untuk kemanusian, naik mobil bututnya, ke luar kota, dan meninggalkan nya begitu saja. Bahkan Dia bakar sel.uruh kartu identitasnya, dan mulai menggunkan nama baru, Alexander Supertramp.

Selanjutnya Christ, memulai hidup barunya. Hidup sebagai backpacker sejati. Segala macam petualangan di lakoninya, mulai dari mendompleng mobil, naik kereta barang, berkayak sampai menyeberang Meksiko, hiking, bekerja di ladang jagung, bekerja di restoran, antre makan di penampungan sosial, hidup bersama Hippies. Tujuan akhir petualanganya adalah Alaska.

Sepanjang film, kita akan disuguhi keindahan alam dan pemandangan yang menajubkan alam Amerika. Film mengambil gambar-gambar indah, dari Alaska, Arizona, California, Georgia, Mexico, Nevada, Oregon, Dakota dan Washington. Plus lagu-lagu country yang asyik.

Di Into The Wild, disamping keindahan alam, juga banyak diambil momen-momen penting, berupa dialog yang menyentuh rasa kemanusiaan. Banyak hal-hal bijak yang bisa diambil dari pengalaman hidup setiap ‘orang-orang biasa’ yang ditemui.

Christ sampai memutuskan berkelana seorang diri. Karena luka di masa remajanya, melihat pertengkaran-pertengkaran orang tuanya. Dan juga kenyataann kalau Bapak Christ ternyata telah menikah sebelumnya, dan masih berstatus suami orang, ketika menkahi ibu Christ. Walaupun mereka tidak jadi bercerai tetapi hati Christ terlanjur luka.
Christ berkelana mencari jati dirinya. Ada kata-kata yang menyentuh Christ dari seorang pensiunan tua setelah mendengar kisah Christ, “Jika kamu (mau) memaafkan, (berati ) kamu mencintai (mereka), dan jika kamu mencintai, cahaya Tuhan akan menyinarimu”.

Fim ini mengambil plot cerita flash back dan kedepan sekaligus. Di setting depan dikisahkan, Christ sudah berada di tengah alam di Alaska dengan perjuangan survivalnya, di setting waktu ke belakang, bagaimana pengalaman-pengalaman yang telah dilaluinya.

0 komentar:

Poskan Komentar