Tampilkan postingan dengan label c I n E m A. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label c I n E m A. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Desember 2010

my fav movie also


Thirty years old and single, Pauline "Poppy" Cross shares a London flat with her best friend Zoe, a fellow teacher. The film opens with a very high-spirited Poppy entering a second-hand bookshop. She attempts to engage the shop employee in a conversation and he blatantly ignores her. Despite the fact that he refuses to respond to Poppy's exceptionally sunny disposition, this does not appear to bother Poppy. She maintains her good mood even when she discovers that her bicycle has been stolen. Her main concern is not getting a new one, but the fact that she did not even get a chance to say goodbye.

Poppy decides to take driving lessons for the first time in her life. Her positive attitude is a stark contrast to that of her driving instructor, Scott. His personality is defined by his gloomy, intolerant, crude and cynical attitude. Scott is an emotionally repressed character with anger problems. He has a belief in conspiracy theories which are partly attributable to his racist and misogynistic attitude. These characteristics result in his difficulty relating to other people. For example, he refuses to shake Poppy's hand when she tries to introduce herself. Scott is angered by Poppy's sunny personality and what he perceives as her lack of responsibility and concern for driving safety. He is exceptionally irritated by Poppy's choice of footwear (a pair of high-heeled boots) which he feels compromises her ability to drive properly. From the outset, Scott feels as if Poppy does not take her lessons seriously and is careless.

Scott, however, is not in a position to observe the behaviour which might belie his feelings about his new pupil. Poppy is devoted to her students, but her life isn't dominated by her vocation. She takes flamenco lessons with another teacher and a trampoline class (which leads to back problems and her being treated by an osteopath) and enjoys an occasional evening in the local pub.

At school, Poppy observes one of her pupils bullying his classmates. Rather than becoming angry with this student, she worries about him. A social worker, Tim, is brought in to handle the boy's case. Through Tim and the pupil's interactions, the latter reveals that his mother's boyfriend has been beating him. Tim and Poppy begin dating.

Poppy, Zoe, and Poppy's younger sister, Suzy, go to visit another sister, Helen, who lives with her husband in Southend-on-Sea and is pregnant. Helen proves to be an exceptionally judgemental person and tells Poppy that she needs to "take life seriously" and "not get drunk every night" and that she must plan for the future. Poppy responds that she is happy with her life as it is. In the ensuing scenes, Helen shows that she is a controlling individual who tries to dominate the lives of others. She thinks that she is better than everyone else and looks down her nose at people who do not think the same way that she does. For example, Zoe becomes cross with her when Helen will not let her husband and sisters play a game on the PlayStation.

Returning from the visit, Poppy observes Scott standing across the street from her flat, but he runs away when she calls his name. When she confronts him at the beginning of her next lesson, he insists adamantly he had been visiting his mother in Stevenage at the time she claims to have seen him. Scott drives erratically while ranting against other drivers and society. When he gives Poppy the keys to his car she tells him he is in no condition to give a driving lesson and she will drive him home. Scott demands that Poppy give him the keys back, tries to take them back by force, and then accuses Poppy of trying to seduce him in a long, rambling diatribe that makes it clear (at least to the viewer) that underneath his rage he has strong feelings for her. Unable to reason with him, Poppy waits until he has calmed down and then gives the keys back, telling him that the lesson will be their last.

The film ends with Poppy and Zoe rowing a boat in Regent's Park, as Poppy takes a mobile phone call from Tim and Zoe advises Poppy to think about "giving up being nice to everyone." Poppy dismisses the advice, cheerfully but not naively.

Minggu, 18 April 2010

to Deep to Mean it

Puisi yang di tulis oleh Christopher McCandless di awal film Into The Wild :

So now, after two rambling years
come the final and greatest adventure.
the climactic battle to kill the false being within
and victoriously conclude the spiritual revolution.
no longer to be poisoned by civilization, he flees,
and walks alone upon the land to become lost in the wild.
Alexander Supertramp
May 1992

IntoTheWild


Film ini adalah kisah nyata perjalanan Christopher McCandless. Christ berasal dari keluarga menengah Amerika. Sepertinya keluarga ini baik-baik saja. Christ, 24 tahun, baru saja lulus kuliah, dengan prestasi yang membanggakan, nilainya banyak yang A. Bapak, Ibu dan Adik perempuannya sangat bangga.

Sebagai hadiah, bapaknya berencana membelikan mobil baru untuknya. Tetapi ditolak oleh Christ. Christ justru memutuskan hal yang susah dimengerti orang normal. Dia sumbangkan tabungannya $24,000 untuk kemanusian, naik mobil bututnya, ke luar kota, dan meninggalkan nya begitu saja. Bahkan Dia bakar sel.uruh kartu identitasnya, dan mulai menggunkan nama baru, Alexander Supertramp.

Selanjutnya Christ, memulai hidup barunya. Hidup sebagai backpacker sejati. Segala macam petualangan di lakoninya, mulai dari mendompleng mobil, naik kereta barang, berkayak sampai menyeberang Meksiko, hiking, bekerja di ladang jagung, bekerja di restoran, antre makan di penampungan sosial, hidup bersama Hippies. Tujuan akhir petualanganya adalah Alaska.

Sepanjang film, kita akan disuguhi keindahan alam dan pemandangan yang menajubkan alam Amerika. Film mengambil gambar-gambar indah, dari Alaska, Arizona, California, Georgia, Mexico, Nevada, Oregon, Dakota dan Washington. Plus lagu-lagu country yang asyik.

Di Into The Wild, disamping keindahan alam, juga banyak diambil momen-momen penting, berupa dialog yang menyentuh rasa kemanusiaan. Banyak hal-hal bijak yang bisa diambil dari pengalaman hidup setiap ‘orang-orang biasa’ yang ditemui.

Christ sampai memutuskan berkelana seorang diri. Karena luka di masa remajanya, melihat pertengkaran-pertengkaran orang tuanya. Dan juga kenyataann kalau Bapak Christ ternyata telah menikah sebelumnya, dan masih berstatus suami orang, ketika menkahi ibu Christ. Walaupun mereka tidak jadi bercerai tetapi hati Christ terlanjur luka.
Christ berkelana mencari jati dirinya. Ada kata-kata yang menyentuh Christ dari seorang pensiunan tua setelah mendengar kisah Christ, “Jika kamu (mau) memaafkan, (berati ) kamu mencintai (mereka), dan jika kamu mencintai, cahaya Tuhan akan menyinarimu”.

Fim ini mengambil plot cerita flash back dan kedepan sekaligus. Di setting depan dikisahkan, Christ sudah berada di tengah alam di Alaska dengan perjuangan survivalnya, di setting waktu ke belakang, bagaimana pengalaman-pengalaman yang telah dilaluinya.

Minggu, 28 Maret 2010

-CHORUS-


Flm perancis ini berjudul asli Les Choristes. Cerita bersetting sebuah sekolah berasrama dengan anak-anak yang keseluruhan adalah cowok dan spesial, Fond de L' Etang (arti harafiah, Dasar Danau). Siswa disana sebagian besar adalah siswa kurang mampu, siswa yatim-piatu, siswa bermasalah baik perilaku maupun akademis. Cerita diawali dengan kematian ibu dari seorang konduktor dan musisi terkenal, Pierre Morhange. Kematian ibunya membuat Morhange harus kembali ke kampung halamannya. Di sana, ia bertemu kembali dengan Pepinot, teman satu sekolahnya dulu. Dan cerita mulai mengalir dengan flashback mereka berdua, lima puluh tahun yang lalu.

Hidup siswa-siswa Fond de L'Etang mulai berubah dengan datangnya Clement Mathieu, seorang mantan musisi untuk menjadi pengawas asrama mereka dan mengajar musik. Mathieu begitu terkejut dengan sistem disiplin yang begitu keras di sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Mon. Rachin ini. Ada aksi maka ada reaksi. Ada kesalahan berarti ada hukuman. Hukumannya luar biasa mengerikan. Tidak pantas untuk diceritakan. Mathie lalu mencoba memberi hukuman dengan caranya sendiri, yang membuat Rachin geram luar biasa. Dibandingkan menggosok sekolah, ia lebih memilih menghukum seorang siswa untuk mengurus pesuruh sekolah yang sedang sakit. Caranya ini membuat siswa2 tersebut lebih merasa nyaman. Mathie pun menemukan talenta luar biasa dalam hal bernyanyi dari siswa-siswa ini. Maka dibentuklah sebuah paduan suara yang membuat jalan hidup semua orang yang terlibat di dalamnya berubah.

Pierre Morhange adalah anak berwajah malaikat dengan perilaku menyebalkan dan keras kepala. Namun kemampuan bernyanyi Morhange yang luar biasa perlahan-lahan merubah sikapnya dengan bantuan Mathieu. Lika-liku perjalanan kelompok paduan suara ini berakhir ketika sekolah mereka terbakar karena perbuatan salah seorang mantan siswa sekolah tersebut, ketika Mathieu sedang dalam tanggung jawab menjaga sekolah. Ia dipecat. Sekolah ditutup.

Terinspirasi oleh Mathieu, Morhange masuk ke sebuah sekolah musik di Lyon dan mendapatkan beasiswa. Hingga ia menjadi terkenal sampai sekarang.

Film ini banyak mendapatkan penghargaan untuk film berbahasa asing terbaik di beberapa ajang penghargaan (Salah satunya Academy Award tahun 2005). Film-film festival biasanya memang LEBIH MANTAP dibandingkan film-film box office.

salah satu film yang menginspirasi saya untuk mencintai Perancis...lagu-lagunya mantap bikin terkesima sesaat..kalo ada yang mau lagu-lagunya saya punya beberapa..

tontonan menarik


The Godfather adalah sebuah film tahun 1972 yang disutradarai Francis Ford Coppoladan dibintangi antara lain oleh Marlon Brando dan Al Pacino serta diangkat dari novel tulisan Mario Puzo (juga berjudul The Godfather). Film ini bercerita tentang sebuah keluarga Mafia di Amerika Serikat yang dipimpin Don Vito Corleone (Brando) dan seringkali dianggap sebagai film terbaik dalam genrenya. Oleh Institut Film Amerika, The Godfather diperingkatkan sebagai film Amerika terbaik ketiga sepanjang sejarah.